Perpisahan
Tak ada waktu yang dapat menunggu
Ku harap engkau pun tak ragu
Walau pun aku tak lagi berjalan denganmu
Hujan pun masih turun kala itu
Secuil roti sisa tadi malam masih tergeletak di meja
Membuat semut-semut kecil berebut untuk mendapatkannya
Aku hanya dapat memandang takjub
Dengan apa yang dilakukan mereka
Kau terus datang padaku
Mengajakku untuk kembali bersama
Namun apa kata hatiku
Waktu sudah terlewat
Kulihat air matamu mengalir deras
Bagai air sungai yang mengalir waktu musim hujan
Aku sudah tidak pantas
Sudah lupakan saja aku…
Wonosobo, 31 Mei 2010
Kepastian Masa Depan
Haus sudah setelah berjalan
Ku tunggu sang waktu di persimpangan jalan
Berteman dengan teriknya raja siang
Aku pun terus memandang
Tajamnya perkataanmu
Bagai belati yang menyanyat
Semua diam saat engkau ada di situ
Aku pun terus mengingat
Baju yang lusuh masih melekat di badan
Tak peduli walau aku dianggap orang edan
Satu yang pasti aku kan mengerti
Kehidupan kan berakhir dan mati…
Wonosobo, 23 Juni 2010
Bukan untukmu
Mungkin aku tak akan berharap
Saat engkau datang menemui aku
Mungkin hanya senyum kecil yang kuberikan saat menatap
Atau juga akan jauh pergi darimu
Sejak saat itu terjadi
Sejak aku beranjak untuk pergi
Sebuah kata terlantur untukmu
“aku bukan untukmu”
Walau indah katamu meminta
Tak akan terasa, walau berjuta kata
Wonosobo, 25 Juni 2010






0 komentar:
Posting Komentar